Media Developement Program

Bagi kalian pecinta NET. pasti gak asing sama kalimat di atas. Let’s say MDP for short and guess what? Aku adalah salah satu dari ribuan peserta yang ikutan MDP dan seperti yang kalian temukan di google, banyak blog yang menceritakan pengalaman mereka ikutan MDP dan beberapa diantara mereka ada yang lulus dan gagal. As the title said, aku gagal. Hehee talk about a spoiler.

Nevertheless, aku akan share ups and downs selama ngikutin MDP. Jujur aja siapa sih yang gak excited ikutan MDP dan tentunya punya harapan besar buat lulus hingga akhirnya bisa jadi karyawan di NET. ? Aku sendri udah sempat punya angan-angan bisa berpartisipasi di NET 4.0 atau ulang tahun NET. yang keempat, tapi manusia hanya bisa berusaha Tuhan yang menentukan.

Okay let’s start…

19 March 2017


Capture1

Jujur ketika aku ngecek email ini aku bener-bener excited dan ngerasa kaya NET. udah nerima aku menjadi salah satu karyawan nya. Padahal ini baru tahap awal dan pada waktu itu aku gak nyangka bakal ada 3 tahap lagi. Butuh penantian selama hampir sebulan setelah aku apply di website resmi NET. hingga akhirnya mereka ngirim email ini.

Yap setelah excitement aku berakhir, aku mencoba berspekulasi seperti apa kira-kira soal yang akan diberikan tim rekrutmen. As you figured, aku browsing semua tentang NET. di google mulai background perusaaan, divisi, sejarah, sampai CEO dan CO-CEO nya NET. semua dah dicari tau. Sampai akhirnya aku baca beberapa pengalaman peserta MDP III dan IV, most of them were saying that soalnya full psikotest dibumbui sedikit pengetahuan umum. Well at least bukan matematika.

Dengan pengetahuan yang cukup aku memutuskan untuk lebih relax dan menanamkan prinsip bahwa kejujuran itu yang paling utama. Cus, its psikotes man. Aku harus mengenal siapa diriku lebih dulu sebelum panitia NET. mengenalku. Dan hari itu pun dimulai, hari penantian dan penentuan masa depanku.

22 March 2017

Met some casts from OK JEK and tentunya teman baru, gak nyangka banyak yang dari luar kota bahkan dari luar pulau jawa. Mau lihat SEBAGIAN KECIL dari peserta MDP 5? Okay then…

IMG-20170323-WA0000

Well, well, well, well….Eh ada yang ngeliat Keenan pearce? Heheee…

Estimasi nih ya, ada sekitar 1600an orang di ruangan ini dan tentunya aku sendiri ngerasa kaya apa mungkin aku bisa lulus? Total pesertanya aja nih ya ada sekitar 3600an orang! Busyet dah apa seluruh remaja Indonesia datang ke Sentul? Hehee…

Nah, kalian bisa lihat kan kertas putih apa yang ada di gambar itu? Yap tes pada tahap pertama di MDP 5 adalah tes Pauli. Kalo menurut aku nih ya, tes ini tujuan nya untuk melihat ketahanan mental peserta atau calon karyawan ketika sedang dalam pressure or under pressure. Pressure nya apa? Waktu dan pernyataan ‘garis’ dari tim penguji. So, intinya kalian pengen jumlahin angka dari atas kebawah vertically sebanyak mungkin dan seteliti mungkin. Kalo udah nyampe bawah lanjut pindah ke kolom berikutnya dan begitu seterusnya. As i said before akan ada instruksi ‘garis’ dan kalian harus buat garis di angka terakhir yang kalian jumlahkan. You want to be consistent atau lebih baik lagi jika grafik penjumlahan kalian meningkat. Aku sendiri ngerasa konsisten banget, setiap pengerjaan aku bisa ngabisis tiga kolom per instruksi garis. Not bad lah ya tapi tetap not that good buat ngabisin satu lembar tes pauli karena peserta di depan aku waktu itu ada dua cewek yang minta tambahan kertas. Busyet ya gue panik dong. Tapi alhamdulillah tetap fokus hingga akhirnya aku nyisain 6 kolom lagi dan jujur aku kesal kenapa ga bisa kaya cewek-cewek yang sanggup nyelesaikan satu kertas penuh.

Moving on, untuk tes kedua nya adalah tes DESC atau mendeskripsikan kepribadian kita dalam dua pilihan MOST dan LEAST. Kalo ga salah ada sekitar 20 an soal di tes ini dan setiap soalnya punya 4 pernyataan tentang kepribadian dan kita harus milih dua yaitu mana yang paling cocok ke kita (MOST) atau sebaliknya (LEAST).

Done, cuma itu untuk Tahap I di MDP V.

23 March 2017

Capture2

Here we are, Tahap II. Gileee aku gak nyangka bisa sampe di tahap II ini karena seperti yang udah aku sampaikan sebelumnya ada sekitar 3600an orang dan GILA nya panitia NET. memangkas lebih dari 90% dari total peserta. Hingga akhirnya hanya ada sekiar 1560an peserta yang lanjut ke tahap selanjutnya. An honor to be one of the 1560an people actually tapi aku tetap humble ini masih awal seleksi. Sempat gak percaya dengan email ini dan aku mutuskan untuk ngecek website NET.

Capture

Dan ternyata memang benar! Gosh what a feeling that day.

Temen-temen baruku dari tahap I pada nannya apa aku lulus atau bernasib sama seperti mereka. Dannn aku menjawab lulus, it feels great but when you shared your success dengan mereka yang tidak begitu beruntung aku ngerasa uneasy. NET. memang kejam, well begitu pula hidup. Moving on…

24 March 2017


Sorry, kali ini aku ga punya screen-shot atau gambar dari tempat tes kedua. Karena emang kondisi nya lebih strict dan lebih terasa persaingan nya. Aku bahkan cuma punya waktu singkat, setelah shalat jum’at peserta langsung diinstruksikan untuk masuk ke gedung. Gila, benar-benar terasa atmosfir yang berbeda dari tahap pertama. Wajah-wajah yang aku kenal di tahap pertama sudah 99% hilang, hanya ada dua atau tiga orang yang wajah nya pernah kulihat selebihnya baru. Oh ya, tersebar beberapa gosip dari para peserta yang merasa NET. tidak adil dalam menyeleksi para peserta nya. Ada yang beranggapan kalau NET. hanya mencari atau memamerkan kepada Indonesia, mungkin dunia bahwa banyak yang interested dan ingin bergabung dengan NET. , beberapa juga beranggapan kalau NET. itu masih sistem ‘kekeluargaan’ dan mementingkan peserta yang good looking bukan yang brainy. Well, kalo emang mereka benar aku hanya merasa terhormat dan bersyukur. Mungkin aku emang brainy dan good looking ya?

Tes di Tahap II ini terdiri dari 3 tes. Tes IQ, ketelitian dan Imajinasi atau kreatifitas. Thank god aku udah sering ikutan Tes IQ (walaupun IQ rata-rata) tapi tidak dengan tes ketelitian dan kreatifitas. Tapi tetap saja yang aku tanamkan di otak ini hanya kejujuran dan pasrah atas kehendak Tuhan yang Maha Esa. Kalau memang rejeki yah pasti lulus (walaupun setiap pengumuman berdoa buat lulus).

Tes selesai, i feel not that good but the show must go on. Kembali ke kost dan di sepanjang perjalanan hanya bisa berdoa dan kembali mengingat-ingat soal dan jawaban yang aku berikan.

26 March 2017


Sebelumnya panitia udah ngasi info kalo pegumuman Tahap II akan di email atau bisa langsung cek di website NET. hari Minggu tanggal 26 Maret 2017. Yap, hari MINGGU. And you know what? Baru kali ini aku ngerasa beban pada hari Sabtu. Biasanya orang pada nungguin weekend atau malam mingguan dengan teman, pacar, selingkuhan (eh), dan sebagainya tapi tidak dengan ku. Benar-benar menyiksa, terlebih lagi International Break, mungkin sedikit off topic tapi biasanya Sabtu malam itu aku selalu nongkrong di depan tipi buat nonton Premier league. Instead aku berdiam diri di atas tempat tidur dan kembali memikirkan semua jawaban ku pada Tes Tahap II, apakah seharusnya aku menjawab ini, atau mungkin seharusnya aku menggambar lebih detail? Apa IQ ku di bawah rata-rata? Apakah aku idiot? Apakah….apakah….apakah aku mirp Brad pitt?

A really spooky Saturday…

As the night passes, Minggu pun datang. Setelah shalat subuh yang langsung aku lakukan adalah membuka laptop, nyalakan Mi-Fi (bukan sponsor), membuka gmail dan website rekrutmen NET. Dengan penuh harapan dan terus berdoa kepada Tuhan aku hanya bisa pasrah.

Gile udah jam 12 siang tetap belum ada pengumuman dan tentunya aku mulai cemas. Mungkin perjalanan ku emang sampai disini, mimpi ku selama ini harus sirna menghilang dari muka bumi. But wait!

Capture3

Ternyata Tuhan berkata lain, Alhamdulillah betapa senangnya. Tinggal satu langkah lagi dan mimpi ku MUNGKIN akan menjadi kenyataan. Jika emang aku bisa menaklukkan tahap interview maka tinggal Medical Check Up!

27 March 2017


Sekitar Jam 8 pagi, aku tiba di Bellagio Mall dan langsung naik ke lantai 1. Menurut kabar burung (weird) panitia memangkas sekitar setengah dari peserta yang ada di Tahap II, so let’s say ada sekitar 760an peserta lagi yang bakal ikutan interview. Sama seperti tahap-tahap sebelumnya peserta dibagi menjadi dua batch. Aku yang biasanya ada di batch pertama (selalu tes siang) sekarang berada di batch pertama, the sooner the better.

Kembali aku teringat issue ‘mencari karyawan yang good looking’ dan mungkin itu memang benar. Bukan, aku bukan ngerasa ‘good looking’ tapi lingkungan sekitar yang menyatakan demikian. Jika kalian berfikir ‘Namanya juga interview ya harus keren’ aku akan setuju tapi maksud good looking disini bukan kerapian tapi tampang. Jujur saja cewek-cewek dan cowok-cowok disini itu keren-keren bahkan aku yang super good looking ini sempat minder.

Yang cowok nih ya, paling pendek itu….sekitar 170 cm dan yang cewek bisa dibilang paling pendek diatas 165 cm. Untuk bentuk wajah nih ye, uh yang cowok pada bwewok kaya pangeran-pangeran yang kemarin datang toh dan yang cewek, subhanallah wuih pada mirip Gista Putri semua. Intinya susah kedip disini. Nah sekarang coba kalian bandingkan dengan wajah ku ini. Ehm…….

Kami menunggu lebih dari satu jam dari jadwal yang ditentukan, kembali aku lihat beberapa peserta yang ‘kece’ diajak interview dan katanya bakal ditayangin di NET. 10 (acara berita). Dengan wajah yang sok cool, ralat wajah Keenan Pearce aku berusaha jual mahal dengan reporter dengan harapan dia membujuk atau mungkin memohon agar aku mau diajak interview.

Guess what, salah satu reporter berjalan menghampiri ku yang sedang mendengarkan lagu pake headset. Gile, tentu aja aku pura-pura cool padahal udah excited banget untuk diwawancarai. Bayangkan ada soundtrack atau musik background dan kamera perlahan menuju ke arah ku daaaaan…………..Mba Reporter menyapa ku

Reporter : “Maaf mas mengganggu”

Gw : *Melepas sebelah headset*

“Ya mba?”

Reporter: “Jangan duduk di lantai ya mas soalnya bagian sini tuh view nya bagus buat shooting”

Gw: ……………………………………………………………………………Ok.

Kalau kalian tersenyum, atau bahkan tertawa! Camkan, saya malu.

Moving on…

Akhirnya lebih kurang jam 10 lewat nih kami para peserta disuru baris 3 banjar di dua sisi pintu masuk ballroom. Aku sih jujur udah nothing to lose aja, mau disuruh ngapain aja di ruangan interview pasti bakal aku lakukan. This is my dream and i’m willing to pay anything to make it. Setelah masuk, seperti biasa menunjukkan ID peserta, registrasi dan kembali duduk untuk menunggu nomor ID dipanggil.

Ada sedikit acara kecil di ruangan tunggu yang dibawakan oleh Mba Ferdiza (PR or HR NET.) dan ketika dia minta peserta untuk join naik ke stage hanya sedikit yang ngerespon. Mungkin pada mikirin interview ya? Well, tidak dengan gueh. Aku langsung aja maju dan akhirnya kami pun bermain games. Ada 3 peserta termasuk aku, batang cowok semua dan kami pun bermain games. Yap, games selesai dan aku pun dapet goody bag lumayan kan dapat notes sama kaos NET. gratisan. And then it hit me, aku sempat ngeliat proses interview MDP IV dan mereka melakukan apa aja buat ‘impress’ sang interviewer. Ada yang main gitar, nyanyi, jadi reporter, dance, wuih banyak deh. Dan aku pun berfikir keras karena aku ga bawa gitar nih, nyanyi? Jangan kasian yang mereka yang beriman, jadi reporter? Aku kan ngambil bagian programming, Oke mungkin dance. Ya mungkin aku bisa shuffle dance, oke bungkus untuk back up plan? Oh ya goody bag tadi ada notes, mungkin aku akan sedikit gambar karikatur disini. At least it is a talent, right?

22888

Dwiki Ikhwan

Yap, that’s me. Here goes nothing.

Aku pun berjalan ke ruangan interview dan bertemu dua orang disana. Aku meletakkan tas dan goody bag ku di bawah dan berdiri di depan mereka sampai akhirnya mereka mempersilahkan aku untuk duduk, yeah well interview manners lah. Kemudian interview pun dimulai.

Secara garis besar mereka menanyakan divisi programming dan apa yang aku ketahui tentang divisi ini. Setelah itu mereka menganggap aku udah tau sedikit tentang pekerjaan yang nantinya akan aku kerjakan dan mereka kembali menerangkan atau memberi penjelasan lebih tentang pekerjaan ku nanti. Aku merasa semua nya smooth dan bahkan hampir perfect tapi entah kenapa aku tidak ditantang untuk menunjukkan bakat ku. Aneh, apa harus aku yang menawarkan untuk menunjukkan bakatku atau memang mereka tidak tertarik dengan ku? Padahal aku sangat yakin interview tadi sangat lancar. Hah, sudahlah yang terpenting aku sudah memberikan yang terbaik.

The interview is done, time to head back home.

Yap itu dia pengalaman singkat ku tentang MDP V. Seperti yang kalian baca di judul postingan kali ini “An Epic Fail”. Yap aku yakin sekali bisa lulus interview, walaupun tetap ragu kenapa mereka tidak menantang untuk menunjukkan bakatku tapi aku tetap optimis dan ngerasa pd untuk lulus. Satu hal yang aku pelajari dari perjalananku di MDP ini adalah…..

Mau berdoa, berusaha sekuat apapun kalau emang Tuhan Yang Maha Esa tidak mengizinkan yah itu sama saja kaya seluruh angka dikalikan dengan 0. Hasilnya tetap 0, sekali pun 999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999 dikali 0 hasilnya tidak akan berubah.

Mungkin aku melakukan kesalahan pada saat interview, yang jelas bukan over-confident karena aku tetap humble pada saat di interview, or did i? Yap, banyak spekulasi dalam otakku bahkan hingga sekarang. Oh ya, look at this

THE EPIC FAIL, 3 April 2017


WhatsApp Image 2017-04-03 at 6.36.43 PM

Sedikit mencurigakan karena biasanya mereka akan memaparkan seluruh ID peserta yang lolos di website resmi mereka. Tapi hanya ini yang aku dapat.  Lihat kalimat “Bagi para peserta yang belum lolos, terima kasih atas partisipasi anda” menyatakan seolah-olah kami yang belum beruntung ini adalah hewan eksperimen gagal. A bit rude i think.

Yah, setidaknya kini aku tau dan bisa merasakan apa yang teman-temanku rasakan di Tahap I. Kegagal, sungguh menyakitkan. Terlebih lagi ketika kau tau bahwa hanya butuh SATU LANGKAH LAGI untuk bisa sukses.

Nevertheless, aku harus yakin rencana Tuhan itu rumit tapi indah pada waktunya.

Galau? Iya

Kecewa? Iya tentu

Menyerah? Mungkin tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s