Mungkin sudah lebih dari puluhan kali aku menjawab pertanyaan interview tentang kepribadian dan aku yakin setiap pertanyaan yang telah aku jawab memiliki jawaban yang berbeda-beda, namun satu yang pasti ketika pertanyaan tentang ‘Seberapa optimis kah Anda?’ Maka tentu jawaban nya selalu sama, sangat optimis. Begitu optimis bahkan aku terkadang tidak bisa membedakan apakah aku adalah orang yang memang selalu memaanfaatkan dan tidak ragu untuk mencoba sesuatu (peluang, bukan ganja) atau memang aku adalah pribadi yang hanya dibekali dengan ‘modal nekat’ saja?

Mungkin aku telat menyadari nya, setelah mengikuti puluhan interview yang berujung dengan kegagalan aku teringat bahwa aku tidak bisa terus begini. Berani itu memang sebuah modal yang besar untuk dapat maju tapi sama hal nya dengan perang, keberanian saja tidak cukup tanpa tau apa yang harus dilakukan, apa yang harus dibawa agar dapat memenangkkan peperangan itu. Begitu lah yang aku rasakan, aku tidak dapat terus ‘nekat’ mengikuti interview tanpa memiliki persiapan yan benar-benar matang karena berpartisipasi dalam ajang pencarian kerja bukan lah goal nya, melainkan LULUS dan bekerja di perusahaan tersebut. Itu (gaya marioteguh).

Kesimpulan nya, mindset ini harus diubah. Aku harus fokus pada jenis pekerjaan apa yang aku inginkan dan tentunya harus benar-benar menguasai setiap requirements yang mereka inginkan. Tidak harus 100%, sanggup memahami 60% saja sudah cukup, mengingat aku adalah seorang pengangguran yang masih brusia 5 bulan, alias fresh graduate. Ini merupakan kesempatan untuk berubah (mumpung sadar) yang sangat jarang aku fikirkan karena selama ini aku hanya melamar pekerjaan dengan harapan dapat cepat melepas title tertinggi di dunia setelah perkuliahan yaitu pengangguran.

Yap, hanya itu yang ingin aku sampaikan.

Tentu tidak! Sekarang waktunya untuk melanjutkan perjuangan ku untuk mendekati Kat. Mari kembali berkhayal pada masa-masa SMA itu.

Bel jam pelajaran terakhir berbunyi, aku harus segera ke kelas Kat sebelum teman-teman geng nya mengajak nya pergi. Aku meninggalkan tas ku di dalam kelas, beberapa teman ku memandangku heran karena tidak biasanya aku meninggalkan mereka tanpa alasan. Jika saja mereka tau aku mengejar Kat pasti mereka akan mengejekku karena Kat sendiri juga tidak terlalu menyukai mereka terlebih lagi Mark. Teman geng satu kelas ku ini benar-benar mencerminkan Asian, well unless he is not very smart then again none of us were haha. Okay, moving on.

Sesampainya di kelas Kat aku melihat dia sedang duduk di bangku depan kelas 10-5 dan aku sangat relieve karena Amy tidak ada di sana. You know Amy dan Kat adalah duet maut yang akan memecahkan gendang telinga kalian dalam sesaat, Amy dengan tawa nyaringnya yang siap memecahkan gelas bahkan beton sekali pun dan Kat dengan teriakkan maut nya ketika dia marah.

Kat melihat ku dengan tersenyum seolah-olah wajahku seperti keenan pearce dan dia tidak tahan untuk berlari dan memelukku. Wait, ternyata dia berusaha menahan tawanya. Pasti dia sudah habis mengotak-atik isi handphone ku mulai dari membaca chat, melihat isi gallery dan history di browser (its all right, udah di hapus).

“Nape lu?” Aku memasang wajah curiga dan Kat hanya merespon dengan senyuman sambil memberikan handphone ku. “Entah kenapa cewek-cewek yang sudah kau chat tidak men-delcont mu dari bbm padahal aku sangat yakin mereka jenuh dengan mu.” Seperti yang sudah aku duga dia pasti membaca seluruh chat, well ada beberapa cewek yang aku ajak chat beberapa hari lalu walaupun respon mereka tidak terlalu bagus tapi aku tetap berusaha mendekati mereka. Mungkin mereka terlalu sopan untuk mengatakan ‘jijik’ heheee (tawa palsu).

Aku hanya diam dan merampas handphone ku. Benar-benar tidak mood untuk mengajak nya ngobrol lagi, setelah itu aku membalikkan badan ku dan berjalan cepat kembali ke kelasku. “Kalau emang kau begitu buruk kenapa tidak mencoba latihan chat dengan ku?” Aku berhenti berjalan dan kalimat itu terdengar begitu nyaring di telingaku, dia Kat, tidak biasanya kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar indah. Aku mengecek recent update di bbm dan aku melihat nama baru, ‘Kat’, aku membalikkan badan dan berkata “Kau juga perlu latihan, sudah berapa abad kau tidak diajak chat dengan cowok.” Dari tersenyum menahan tawa wajah nya berubah menjadi pemarah dalam hitungan detik ekspresi itu berubah, Kat membalikkan badan nya dan pergi ke kantin menjumpai teman-teman nya. Ntah lah, dia terlihat begitu menarik waktu itu, mungkin saja aku sudah lebih dari menyukai nya. But, who knows what will happen next?

Setelah beberapa bulan akhirnya kami makin dekat bahkan ada harapan bagiku untuk melepas title terberat dalam dunia persekolahan, yaitu jomblo atau jones alias jomblo ngenes. Sangat melegakan karena aku juga sangat menyukai Kat, dia tidak seperti cewek lain yang pernah aku dekati. Mungkin kebanyakan cewek akan sedikit jaim dan malu-malu pada saat pertama, tidak hanya cewek, cowok juga pastinya akan menutupi siapa diri mereka sebenarnya dan berusaha untuk menampilkan sisi terbaik mereka walaupun mereka sendiri risih dengan keadaan demikian. Tapi aku tidak melihat nya dalam diri Kat, dia benar-benar tidak menjadi pribadi lain untuk menarik perhatian ku dan begitu juga dengan ku, tidak pernah terpintas di pikiranku untuk tampil keren di hadapan Kat. Yap, aku bahkan seperti menganggap nya adik perempuan yang selama ini tidak pernah aku miliki (3 bersaudara, cowok semua). Tanpa sengaja aku melihat beberapa quote yang menyatakan “A great couple is those who had each other all the time, like best friends”. Ya, aku rasa Kat sudah berubah menjadi teman baikku, but the question is can we become a couple?

Jawaban nya…..

Bisa. Aku dan Kat akhirnya jadian beberapa bulan sebelum semester ganjil berakhir, berawal dari kejenuhan ku dengan ujian yang semakin mendekat dan kami pun sering berdiskusi tentunya dengan Al karena aku juga tidak mengerti apa-apa. Aku bahkan tidak khawatir dengan ujian selama aku dan Kat selalu belajar bersama, mungkin kedengaran sweet tapi tidak demikian. Semenjak aku dan Kat jadian, aku tidak lagi menghabiskan waktu ku dengan the JACOK atau pun teman kelas ku mulai dari Mark hingga geng ku dulu. Walaupun aku memang sering ke kelas Kat, 10-5 setiap istirahat tapi aku tidak terlalu berbicara sebanyak dulu dengan Jerry, Aziz, Conan maupun Kevin. Biasanya aku hanya tersenyum atau say hello kepada mereka tanpa nongkrong atau tertawa bersama mereka aku bahkan merasa segan untuk memulai percakapan dan akhirnya aku merasa ada jarak di antara kami. Terasa sulit karena mereka sudah menjadi  keluarga ku sejak SMP dulu dan tentunya aneh rasanya jika aku harus berubah hanya karena seorang cewek yang aku anggap teman baikku selalu menemani ku. Bagaimana dengan mereka? Mereka juga teman baikku bahkan dari SMP, aku sudah menceritakan hal ini dengan Kat dan respon nya juga baik. Dia bilang “Itu hanya perasaanmu, coba lah bergaul lagi dengan mereka kau tidak perlu selalu bersamaku setiap saat kan?”.

Kat benar, aku harus lebih bijak. I need to spend my time with all of people whom i love so much. Mulai dari keluargaku, Kat, JACOK, Al, bahkan Mark, ketua geng kacau balau ku dari kelas 10-6. Akhirnya semua kekhawatiran bisa aku hilangkan dan betapa indah nya jika kau bisa menempatkan dirimu di posisi yang tepat dan melihat begitu banyak hal di dunia ini yang dapat kau syukuri. Teman, pacar, keluarga, mereka seakan-akan membantu mu mengangkat beban berat yang kau pikul setiap hari, in my case kekhawatiran ku terhadap ujian akhir semester ganjil. Setiap hari terasa menyenangkan, tanpa terasa sudah hampir 3 bulan aku dan Kat bersama, aku bahkan mengingat setiap tawa, teriakan dan makian yang dia lemparkan kepadaku. Tentu kami sering adu argumen, Kat sering ngambek dan tidak mau berbicara padaku beberapa hari tapi tetap saja hal-hal seperti itu yang membuat ku senang. It won’t be interesting without troubles right?

Ujian pun berakhir dan aku merasa sangat lega waktu itu. Pada saat liburan Kat sering merasa kesepian di rumahnya dan terkadang beberapa minggu sekali aku mengunjungi rumah nya aku bahkan makin dekat dengan keluarga Kat. Mulai dari orang tuanya, abang hingga adik Kat, Tara. Tara berumur 6 tahun waktu itu, dia adalah bocah perempuan yang paling berharga yang pernah aku temui. Tara memiliki sedikit gangguan dengan pendengaran nya sehingga dia harus selalu menggunakan alat bantu yang dipasang di kedua telinganya. Tapi aku tidak pernah menganggap nya demikian, aku selalu bermain dengannya dan menganggap nya normal seperti anak pada umumnya. Aku memang suka dengan anak-anak (bukan pedofil) tapi Tara, she is my favorite. Anehnya terkadang Kat cemburu, aku ingat Kat tiba-tiba tidak mood untuk berbicara tidak seperti biasanya dan Tara seolah-olah tidak peduli dengan tatapan sinis kakaknya, dia tetap memelukku dari belakang. Aku merasa heran, apa benar Kat cemburu atau sekedar bercanda? Ah sudah lah, aku percaya pada Kat, akan sangat konyol jika kami putus karena bocah perempuan berumur 6 tahun kan? Bagaimana ekspresi teman-teman ku dan Kat ketika mereka bertanyakenapa kalian putus? Bayangkan kami serentak menjawab, karena Tara. Gak lucu ya? Ehm…moving on.

I did mention troubles and putus, right? Sayangnya setiap perjumpaan harus diakhiri dengan perpisahan. Baiklah, akan ku ceritakan sedikit.

Kalian ingat beberapa cewek yang ada di bbm? Ya benar, mereka yang mengabakan chat ku. Salah satu nya dari mereka tiba-tiba mengajak ku chat dan tentu saja aku tidak bisa merespon banyak seperti dulu, bahkan cenderung aku yang berusaha mengindar dari chat. Aku hanya menjawab seperlu nya saja tapi tidak dengan nya dia terlihat begitu sedih dan butuh seseorang sebagai teman curhat nya. Well, tentu aku berfikir tidak akan masalah selagi aku membatasi diriku kan? WRONG. Beberapa minggu aku selalu membalas chat nya dan selalu mendengarkan cerita galau nya mengenai mantan pacar nya yang tiba-tiba meninggalkan dia, urghh. Aku hanya menjawab singkat seperti

“Yah, sabar aja. Orang yang tepat pasti datang dengan sendiri nya.”

atau

“Cowok emang gitu. Suka ngecewain cewek padahal lagi sayang-sayangnya”

wait…elu kan cowok wik. Atau

“Cari kegiatan lah biar ga kepikiran mantan”

Very wise. Dan yang terakhir

“Coba main ke 10-6, banyak cowok keren disini”

Endorse done right but end with a nightmare.

Nightmare? Ya, ketika aku dan Kat sedang berduaan, well not exactly disitu ada JACOK, Al, Amy dan beberapa siswa kelas 10-5 si cewek yang sedang galau itu benar-benar mendatangi kelas 10-6 untuk mencari jodoh. Aku tidak menyadari nya malahan Kat yang pertama meletakkan jari telunjuk nya di pipi kananku dan mendorong pipiku ke arah kiri. “Liat tu selingkuhan mu.” Kat selalu membaca chat di handphone ku, thank God she doesn’t mind tho. Aku tersenyum dan berbisik ke telinga Kat “Gila, dia benar-benar mau nyari jodoh di 10-6.” Kami berdua tertawa dan bertaruh siapa yang akan dipanggilnya, tentu aku memperjuangkan Mark the Asian dia pasti menang karena aku pernah memberikan pin cewek itu padanya dan mereka sudah hampir chat selama satu minggu. Kat berpikir keras tidak mau kalah dengan taruhan, dia membisikkan ke kuping ku nama Andi. Well, aku tidak begitu tau kalau mereka sudah saling kenal tapi bisa saja karena Andi adalah salah satu anggota futsal dan tentunya memiliki abs……..not like me…..even tho i joined basketball club. The moment of truth, cewek itu kelihatan kecewa padahal aku yakin Mark dan Andi ada di dalam kelas. Jam istirahat? Di dalam kelas? Siswa senakal mereka? Ya, ada PR biologi yang belum mereka selesaikan dan setelah bel nanti Bu Yun, guru Biologi kami akan masuk dan memaksa mereka yang tidak mengerjakan PR untuk berpuisi di depan kelas. DIREKAM dengan kamera handphone pribadi Bu Yun. What a unique punishment. PR ku? Sudah aku kerjakan dong, barusan. Ehm..

Dengan penuh teka teki kami melihat cewek itu, dan inilah dia saat-saat yang dinantikan. Aku dan Kat memandangi cewek itu hampir 5 menit tanpa dia sadari, dia menundukkan kepala nya dan berjalan ke arah kami. Setelah beberapa langkah dia terlihat hidup kembali ketika melihat ku, tentu kami berdua terbodoh kenapa dia tiba-tiba berubah. Ketika dia menghampiri kami dia menyampaikan rasa terima kasih nya kepadaku langsung padahal aku yakin tidak berbuat banyak hanya membaca dan mengetik kalimat-kalimat simpel untuk menenangkan nya. Hanya itu, dia hanya ke sini untuk menyampaikan terima kasih saja. Kat melihat ku dengan tatapan tajam, “Fans baluuuu!” Aku membalas tatapan nya seolah tidak mengenal dia siapa.

Tanpa disadari Kat merasa cemburu waktu itu, beberapa hari kemudian Amy menyampaikan nya lewat bbm. Menurut Amy sudah beberapa hari sejak kejadian itu, Kat terlihat berbeda dia bahkan pernah bolos sekolah satu harian penuh. Pada saat itu aku juga tidak di sekolah karena ada pertandingan basket dan kami diizinkan untuk libur. Aku yakin Kat bilang dia akan tetap sekolah tapi menurut Amy sejak pelajaran pertama hingga akhir Kat tidak ada di sekolah, Amy bahkan mencoba beberapa kali menelpon Kat tapi tidak ada jawaban. Aku sendiri merasa cemas, apakah memang begitu buruk nya dampak si cewek terhadap Kat? Aku tidak menyangka seorang Kat bisa secemburu itu. Aku juga sempat mencoba menelpon Kat tapi hasilnya sama, handphone nya dimatikan sehingga nada sibuk yang menjawab panggilan ku.

Amy juga berpendapat kalau kondisi Kat sedang tidak baik dengan keluarga nya belakangan ini, dia hanya bercerita padaku dan melarang ku untuk menceritakan nya padamu. Pada awalnya aku tidak mempercayai Amy, baru aja minggu lalu aku mampir ke rumah Kat dan semuanya terlihat biasa saja. Keesokan hari nya aku mencoba menelpon nya, dia bolos lagi. Padahal ini hari Sabtu, biasanya Kat selalu senang untuk hadir di hari Sabtu karena hanya ada sedikit pelajaran dan sedikit pula guru yang masuk untuk mengajar. Hingga akhirnya Amy menghampiri kelas ku dan memanggil ku keluar. Amy mendengar gosip kalau Kat pamit dengan Ibu nya menggunakan seragam sekolah tadi pagi tapi kami tidak ada melihat nya di sekolah sejak tadi pagi, dia bahkan tetap mematikan handphone nya. Sepulang sekolah aku mampir ke rumah Kat, sudah dua hari kami tidak berkomunikasi dan ketika Ibu Kat dan Tara keluar karena mendengar suara jeritan kambing yang butuh rumput tambahan untuk di santap, Ibu kat berkata kalau Ayah nya sedang mencari Kat. Dia bahkan meminta bantuan beberapa asisten pribadi nya untuk mencari anak nya tercinta, aku pun mengucapkan terima kasih dan segera pamit. Ketika sampai di depan gang rumah Kat aku bertemu dengan Abang nya, dia terlihat emosi dan aku yakin dia berfikir ini semua salahku. “Kau sembunyikan dimana adikku, hah?!” Aku hanya menggeleng, berusaha meyakinkan nya kalau aku juga sedang mencari. He swore a lot and then he let me go, aku bahkan sudah mencoba mencari Kat di tempat yang dia senangi tapi hasilnya nihil.

Long story short, Kat menggunakan mobil adik Ibu nya untuk bolos selama ini. Dia mematikan handphone nya dan tidak ada satu pun orang yang dapat menghubunginya. Adik Ibu Kat? Yap, rumahnya benar-benar kosong dia pergi ke luar negeri beberapa hari dan hanya Kat yang bisa masuk ke rumahnya. Why? Kat mengambil kunci rumah tante nya yang dititipkan pada Ibu Kat. Aku bahkan tidak tau Kat punya tante dan keluarga Kat sama sekali tidak menyangka bahwa Kat ada di sana selama 3 hari ini.

Aku sama sekali masih belum ada berhubungan dengan nya, aku berusaha mencari tau dimana rumah tante Kat. Aku bahkan kembali ke rumah nya untuk mencari tau apa dia sudah kembali ke rumah tapi respon dari keluarga Kat begitu dingin, mungkin mereka berpikir kalau aku yang sudah merubah Kat menjadi seperti itu. Aku mencoba bertanya kepada Amy dan teman dekat Kat lainnya tapi tidak satu pun dari mereka yang tau posisi Kat sekarang.

Satu minggu berlalu, hingga akhirnya kami terkejut dengan kabar kalau Kat aku pindah ke sekolah lain. Aku tidak terlalu terkejut karena beberapa hari sebelumnya Kat menelpon ku dan dia bercerita panjang lebar tentang perilaku anehnya beberapa minggu ini. Seperti yang aku duga, ayah Kat memaksa nya untuk pindah ke sekolah lain tapi dia selalu menolak hingga akhirnya tidak ada pilihan lain. Dan mulai saat itu dia merencanakan banyak hal untuk bisa menjaga jarak denganku hingga akhirnya aku sendiri yang memutuskan untuk putus. Yap, complicated.

Well, lebih kurang 50% cerita tadi berdasarkan realita. Tentu sisanya harus dibuat berbeda karena…..karena ini hanya cerita! I don’t think i should mention that, but anyway. What i am trying to say is that love is complicated. Terkadang tidak cukup jika hanya satu pihak yang berjuang untuk mempertahankan suatu hubungan, both of you gotta commit to it. Don’t get it to seriously and so sorry for such a long post.

Mungkin sampai disini dulu. Once again fight for that love!

Oh ya aku sedang berusaha membujuk beberapa teman dekat ku untuk membuat video berdurasi singkat yang nantinya akan aku kumpulkan dan edit. Video apa? Video ucapan ulang tahun mereka dan tentunya diriku sendiri untuk hari lahir Papa ku yang ke 60 tahun! Yap, 60 tahun itu lebih dari 50 (The more you know!).

See ya guys, wish me luck!

Advertisements

2 thoughts on “Part 3

  1. Antara kenangan masa sma dan keresahan dunia pasca kampus ya? dari part 1-3 itu sih yang gw lihat.
    niatnya sih tadi cuma mau baca doang, tapi kok kayak pengen komen juga ya. yaudah, gw komen dikit ya. biar akrab dikit, panggil aja gw sam.
    pada dasarnya, ketika kita menulis dengan hati maka tulisan kita juga akan sampai ke hati para pembaca. Namun menulis bukan cuma perkara menulis dengan hati. apalagi nulis di blog. orang kan beda-beda tujuannya. tapi sulit rasanya nulis dari hati tanpa bisa belajar jujur sama diri sendiri.

    gw mau komentarin 2 hal nih dari yang gw tangkap dicerita lo ini. Pertama keresahan dunia pasca kampus, kedua kenangan masa sma.

    1. Keresahan dunia pasca kampus
    setelah segala euforia wisuda selesai, secara otomatis kita akan masuk ke level berikutnya. level dimana kita disebut pengangguran. dan menyandang status itu dalam waktu kurang dari 1 tahun setelah lulus adalah hal yang prinsipil sih pada umumnya. orang kan beda-beda ya tujuannya setelah wisuda. tapi sih ya maunya kan dapet kerja dan gaji sesuai keinginan ya. saran gw sih, coba banyak membaca buku yang bakal memperluas wawasan lo tentang berbagai hal. atau baca-baca hal-hal berbau psikologi, kalau lo mau tau tentang kepribadian lo. ya, agak-agak sering lah main ke toko buku atau perpus daerah. sumpah ini sih hal yang gw juga males ngelakuinnya. tapi gw gak punya pilihan lain dan it works for me. oh ya, kalau selanjutnya lo akan melakukan interview, mungkin ketika lo ditanya seberapa optimis kah anda? lo harus kasih jawaban real berdasarkan pengalaman masa lalu dari diri lo sendiri yang menunjukkan keoptimisan diri lo itu. entah pengalaman organisasi lo, project PKM kampus atau pengalaman lo pernah ikut volunter. Jawaban kita sebisa mungkin berdasarkan fakta dari pengalaman kita sendiri. kalau lo gak punya pengalaman real dari setiap pertanyaan wawancara itu, ya lo harus berjuang lagi buat dapetin pengalaman itu. yang buat fresh graduate mahal itu cara dia bercerita tentang pengalamannya yang punya meaning ke orang lain di sekitarnya, yang secara gak alngsung cara lo bercerita itu akan menunjukkan kepribadian lo di mata pewawancara. ini bisa di latih. teknik komunikasi, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kata-kata yang lo pake. disamping lo juga harus udah minimal paham sama job desc yang mau lo lamar. Selebihnya sih, ada baiknya lo baca tentang fase Quarter Life Crisis deh (ya kalau lo belom baca dan tau sih). Gue saranin baca semua hasil pencarian halaman 1 di google. mungkin lo bisa dapet pencerahan.

    2. Kenangan masa sma
    nah buat yang ini sih, gw gak banyak-banyak sih.gw juga bukan siapa-siapa di masa lalu lo sama si kat itu. gw cuma mau bilang, lo harus bisa berpikir panjang apa yang ada di diri lo yang selalu bisa buat cewek gk bosen ngobrol/ketemu sama lo? selalu cari tau ini, semakin banyak aspek yang lebih esensial, maka itu akan menunjukkan kapasitas diri lo yang (mungkin) akan membuat beberapa cewek kelak datang masuk ke dalam kehidupan lo dengan lebih istimewa. siapa tau juga tuh si kat yang masuk. kita gak pernah tau kan. meski lo berjalan ke kutub selatan dan si kat ke kutub utara kalau Allah berkehendak, ya bisa aja kehendak Allah sesuai sama doa-doa lo. itu juga kalau lo bener-bener doa. Kalau 5 waktu dan tahajud lo udah kece, ya gue percaya akan banyak hal yang sulit dimudahkan olehNya.

    ya, itu sih. gw cuma numpang lewat aja di jagat internet ini. moga sukses bro.

    Liked by 1 person

    • well sam, ini lebih ke non fiksi sih. Bukan berarti semua yang gw post itu beneran terjadi.
      At least lo ngerespon postingan gw dan tentunya akan gw pertimbangkan nasehat lo hehee. Thanks man

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s